?
December 25, 2008
aku pernah merasa telah menemukan kepingan puzzel diriku yang terserak di tempat berbeda
tapi sekarang, keping itu hilang lagi…
apakah keping itu hanya ketlingsut dan besok akan kutemukan kembali?
ataukah keping yang dulu kutemukan sebenarnya bukan kepingan puzzelku?
entah
Serpihan Hati
October 9, 2008
aku menyimpan rapi setiap lipatan alasan
untuk tetap membiarkan saja serpihan-serpihan itu berserak
:sebab ku tak ingin mengembalikannya sempurna
aku akan memungutnya satu-satu
lalu memintalnya menjadi sayap-sayap pada tubuhku
tunggu waktunya tiba
aku pasti terbang
membebaskan lilitan-lilitan akar yang selalu membelenggu
kuasaku atas tubuh dan jiwaku
untuk singgah pada satu pilihan:
kalah atau menang
WONDER WOMEN
October 9, 2008
Kepada emak, seorang adik emak, seorang sepupu emak
hidup telah mentahbiskannya sebagai empu
menempa pedang-pedang kesabaran
membunuh setiap luka yang digoreskan sejarah
tak pernah gentar pada takut
sebab dengan benih-benih dari rahimnya ia telah menyemai mimpi
disiraminya dengan air mata
angin menuntunnya mengenal musim
pabila harapan itu siap dituai
setiap lipatan di wajahnya menyimpan cerita
pantang disembunyikannya dengan segala polesan
warna matahari memulas pipinya
doa yang dikunyah tiap detik
menjelma kinang merekah pada bibir
harum keringatnya menjadi candu setiap malam
menandingi dongeng istana raja ataupun alunan bethoven
mengantar anak-anaknya melabuhkan senyum
bahkan bunga-bungapun cemburu
kecantikannya abadi
Allah Maha Menghibur
September 23, 2008
Pernah-atau sering- merasa takjub dan bahagia karena tiba-tiba doa kecil kita, apa yang terlintas di angan, sedikit dipkikirkan, tiba-tiba dikabulkan Allah?
Begitu sederhananya kebahagiaan itu terlahir…*
Ia pun sering sekali mengalaminya. Doa kecil-doa yang remeh temeh-atau yang sekejap dipikirkan tiba-tiba dikabulkan oleh Allah. Hal itu tak henti membuatnya takjub dan bersyukur, subhanallah….,
kemudian ia akan bergumam dalam hati,kok dikabulkan? sudah dikabulkan? finally…dikabulkan! soo amazing!
Hanya yang terlintas tapi ujug-ujug dikabulkan.Tak hanya takjub, ia pun sering geli sendiri, dan sedikit malu,”….aduh…yang sepele itu kokdikabulkan!. Ia bisa terus-terusan tersenyum sepanjang hari jika mengingat dan memikirkannya. DIA Maha Menghibur.
Seringkali kejadian seperti itu ia alami ketika ia merasa “hilang”. DIA hadirkan kebahagiaan yang sederhana itu untuk menghibur. Benar-benar terhibur! DIA buktikan Cinta dan KehadiranNya ketika ia meminta.
Yang terakhir ia alami, ada doa “kecil”nya yang telah lama mengendap dalam diri,karena begitu seringnya hal itu terlintas tapi sebenarnya begitu sepele. Waktu itu ia punya rasa penasaran terhadap suatu hal. Disisi lain, kondisi ia waktu itu sedang “lowbath”. Tiba-tiba DIA menjawab rasa penasaran itu dengan cara lain, dengan cara yang tak terduga, menjawab rasa penasaran yang telah mengendap selama 1,5 tahun. Karenanya, ia merasa ALLH telah Menghiburnya!
Ia tersenyum sepanjang hari dan rasanya ingin becerita pada dunia……….i’m happy! batere full lagi!
Sebenarnya tak hanya dalam hal semacam itu DIA menghibur hambaNya. Diantara rasa ketakutan, kehampaan, dan kesedihan pun, manusia akan selalu merasakan hadirNYa.Meski begitu sulit mendapatkan kesabaran untuk menghadapi semua itu, hati kecil pasti selalu ingin meyakini HadirNya. Ada semacam keindahan dalam ketakutan, kehampaan, dan kesedihan itu kalau hati kecil yakin dan berusaha menghadirkanNya. DIA selalu ada untuk menghibur hambaNya. Dengan berbagai cara…
* mengutip cuplikan sebuah puisi dalam novel Always Laila.
arti sahabat
September 4, 2008
tak mudah untuk kita hadapi
perbedaan yang berarti
tak mudah untuk kita lewati
rintangan silih berganti
kau masih berdiri
kita masih di sini
tunjukkan pada dunia
arti sahabat
kau teman sehati
kita teman sejati
hadapilan dunia
genggam tanganku
tak mudah untuk kita sadari
saling mendengarkan hati
tak mudah untuk kita pahami
berbagi rasa di hati
kau adalah..
tempatku membagi kisahku
kau sempurna
jadi bagian hidupku
apapun kekuranganmu
by:nidji
bumi adalah guru pertama kita
August 2, 2008
Semua yang ada disekeliling kita, setiap saat dalam hidup kita, yang mencoba meraih dan menyentuh kita, ada banyak sekali kesenangan dan kegembiraan. kelimpahannya tak terbantah, sebab keindahan dan keajaiban ada pada setiap tahap siklus kehidupan kita, dari masa kanak-kanak hingga usia lanjut, mengubah kemiskinan menjadi kekayaan, kekumuhan menjadi keindahan, kebosanan menjadi semangat, rasa takut menjadi pengakuan, kebencian dan kefanatikan menjadi pemahaman. Akses pada dunia tidak menuntut kecerdasan tinggi, juga tak menuntut pengabdian seumur hidup. yang dibutuhkan hanyalah pikiran dan jiwa, yaitu jiwa yang dapat membuka pikiran, menghembuskan nafas kehidupan ke dalamnya, menjadikannya selalau ingin tahu. Indra-indra yang kita miliki, entah siapapun atau apapun kita adanya, memberi kita sarana yang kita perlukan.
[Collin Turnball, The Human Cycle, New York: Simon& Schuster, 1983, h.15]
mengutip dari buku: Bob Samples. 2002. Revolusi Belajar untuk Anak, Bandung: Kaifa. hal. 112–113. judul di kutip dari buku yang sama hal. 114
Road to Birthday, July 1st 2008
June 29, 2008
sudahkah aku berterimakasih padaMu
atas detakan yang KAU pompakan di dadaku
dalam hitungan 24 tahun ini?
atas nafas yang KAU tiupkan dan menjadikanku bermimpi
hidup yang KAU titipkan untuk menlanjutkan mimpi yang talah KAUnyatakan
kaki yang KAUgerakkan dengan sempurna
untuk mengejar angan dan mimpi yang belum KAUnyatakan
atas pendengaran, penglihatan, dan hari yang KAUhidupkan untuk menjaring semesta dan mengurai segala hikmahnya
syukurku begitu tipis
menuju helaan nafas ke 25 tahun usiaku
terimakasih
alhamdulillah ya… Rabbi
atas lembar demi lembar waktu yang KAUsediakan
tangan yang KAUpinjamkan untuk mengisinya dengan catatan perjalanan hidupku
Cahaya yang KAUsulut di qalbu
kesadaran yang KAUtumbuhkan
hingga aku bisa berucap
ALHAMDULILLAH….
Hari lahir, disebut-sebut sebagai moment untuk berhenti sejenak, katakanlah menjadi salah satu “halte” dari perjalanan hidup yang begitu panjang. Di halte ini, kita tidak sekedar “menunggu” tetapi menunggu sambil melihat seberapa jauh perjalanan telah tertempuh dan apa yang kita peroleh. Dari sini, kita bisa memikirkan (membuat resolusi) langkah apa yang akan kita ambil, menyiapkan bekal dan strategi, serta menentukan tujuan yang akan kita capai dalam perjalanan berikutnya.
Saya harus banyak bersyukur, alhamdulillah. Banyak yang telah DIA beri di tahun yang lewat. Ya, mungkin bisa dikatakan sebagai tahun yang istimewa. Setelah lulus kuliah di awal tahun, di bulan ketika saya lahir, saya memasuku dunia kerja (Surat tugas tak jauh-jauh dari tanggal lahir, so bisa dibilang sebagai kado ultah). Dipenghujung tahun 2007, Allah kembali memberi kesempatan untuk berkenalan dengan dunia kampus lain meski sekejap dalam rangka melengkapi persyaratan dunia kerja saya.
Di luar itu, satu atau dua bulan setelahnya, Allah memberikan “warning” kepada saya. Sebuah kejadian yang membuat saya banyak berfikir dan bertanya. Satu dua hari setelah kejadian itu sih saya belum menganggap kejadian itu istimewa. Ah, lupakan saja. Waktu itu saya hanya bertanya, mengapa saya sudah (akan) diberi kesempatan untuk mengalami hal itu? kenapa bukan orang lain, yang lebih pantas? mengapa saya?
Namun, ketika sudah ada jarak waktu beberapa saat, dengan pertanyaan-pertanyaan yang masih membayang, saya merasa bahwa kejadian itu anugrah dariNya. Betapa sayang Allah kepada saya.
Saya sadar, kejadian itu menjadi “turning point” dalam merubah paradigma berpikir saya mengenai suatu hal yang selama ini melekat dalam diri saya. Pascakejadian itu, saya lebih banyak bertanya, melengkapi segala tanya sebelum kejadian itu. Alhamdulillah, satu-satu tanya itu mulai terurai. Pertanyaan dan rasa penasaran yang begitu menyita di tahun-tahun terakhir ini mulai DIAberikan jawabannya justru melalui berbagai tanya pascakejadian itu. Ada perubahan yang saya rasakan. Inikah metamorfosis? Rasanya demikian.
Rasa penasaran dan segala pertanyaan itu memang tidak ada habisnya. Pada akhirnya, pencarian jawaban atas pertanyaan itu malah menjadi pijakan dalam perjalanan selanjutnya. Jawaban atas pertanyaan itu memberikan konskuensi yang harus dijalankan dan dilaksanakan. Konskuensi itu akan menjadi proses yang harus saya lalui dalam perjalanan berikutnya.
aku bosan bertanya ‘mengapa’ tapi keinginan bertanya bagaikan candu yang tak sanggup terputus. masih belum. perjalanan belum selesai. [Bodhi dalam Supernova:AKAR oleh Dewi Lestari,h. 191]
Bismillah…
Semoga perjalanan selanjutnya mendapat Ridho dan bimbinganNYA. Tanpa CahayaNYA, tentu tidak ada yang menuntun langkah kecil ini.
2008.
23:43
BAPAK
February 6, 2008
mungkin masih terlalu dini untukku mengartikan masa itu
ketika engkau meletupkan semangat
kemudian bersarang dan meradang dalam memori bocahku
mungkin dulu belum kusadari
begitu sedikit kata-kata yang kudengar dari bibirmu namun begitu bertuah
lebih banyak tindakan yang perlihatkan sebagai teladan
aku pernah sedih dan kecewa karena kau tinggalkan
sesal menjadi muara bagi sedu sedanku
kini kusadar..
dalam hitungan, waktu yang kau bagi untukku hanya sesaat
namun sejenak yang DIA pinjamkan adalah yang terbaik yang kita lalui
dan sisa waktu tanpamu adalah yang terbaik yang harus kulalui dalam prosesku menjadi diri
kini kumengerti
benih telah kau tebar dalam ladang jiwaku
semangat, kesabaran, dan segala bijakmu pasti ingin kau wariskan agar mengalir dalam tubuhku
ya, sebab dalam tubuhku mengalir darahmu
yang membuatku bangga menjadi bagian dari hidupmu
ada keyakinan yang kau ajarkan hingga kini kudapat belajar menjaring semesta
dengan pendengaran, penglihatan, dan hati
ada pilar yang kau tancapkan dan hidup telah mengajariku untuk membuatnya lebih kokoh
hidup telah mengajariku memahami bahwa ada engkau yang telah mengantarku menjadi pribadi ini
sebelum waktumu menjadi beku…
telah kau siapkan sebongkah batu pijak untukku melompat
…mejadi seperti yang mungkin kau impikan
namun tak sempat kau sampaikan
260108—010208 18:33
CINTA
January 18, 2008

ada yang belum kumengerti dengan rasa ini
mengapa harus DIA tanamkan sebutir benih dihati
kemudian menetas dan berdenyut penaka nadi
mengalir hangat penaka darah
berdesir selembut bayu
namun menggetarkan relung-relung jiwa
untuk selalu berlagu mengangankan dirinya
dan bila tiba hasrat untuk disapanya
waktu terasa menggelisahkan
udara terlalu sarat akan tanya, prasangka, dan harap
hingga terasa sesak kuhela
aku begitu cemburu
kenapa kepadanya rasa ini ada
sedang padaNYA belum kumiliki?
kenapa mata ini berbinar saat dia ada di sisi
namun redup saat menghadapNYA
begitu kelamkah hati ini sehingga CahayaNYA terasa temaram?
begitu keruhkah jiwa ini hingga keberadaan rasa ini tak kupahami benar maknanya?
tak kupahami kepapa harus DIA ciptakan
ajari aku mengerti ya…RAbbi
jelmakanlah kebeningan langit pagiMU kedalam jiwa ini
hingga kumampu mengurai dan memahami sebuah kata:
CINTA
desember’07–januari’08
sasmita
December 21, 2006
bukan lewat siapa-siapa
aku ingin kau sendiri menangkapnya
isyarat yang kukirim lewat mata
senyum dan gelak tawa
atau udara yang tergetar karena kata-kata kita begitu senada